Curi-Mencuri Antar Kebudayaan Dibicarakan Dalam Simposium

Curi-Mencuri Antar Kebudayaan Dibicarakan Dalam Simposium

Institut Perancis di Indonesia (IFI) bersama Galeri Nasional Indonesia, Rabu, 24 Januari 2018, menggelar simposium bertajuk “Pasca Orientalisme dan Masalah Apropriasi Budaya”. Apropriasi diartikan pengambilalihan. Simposium itu berlangsung pukul 09.00 hingga 17.00. Bertindak sebagai pembicara, budayawan Anak Agung Rai, Prof. Dr. Bambang Sugiharto, seniman Eddy Soetriyono, sutradara Garin Nugroho, budayawan Goenawan Mohammad, Prof. I Gede Arya Sugiharta, sastrawan Radhar Panca Dahana, budayawan Taufik Rahzen, dan seniman Wayan Kun Adnyana. Simposium dimoderatori oleh Jean Couteau dan Nirwan Dewanto.

...

Naskah Kuno Nusantara Diolah Dalam Bentuk Digital oleh Peneliti Eropa

Naskah Kuno Nusantara Diolah Dalam Bentuk Digital oleh Peneliti Eropa

Di negara kita terdapat lebih dari 1.000 suku bangsa dan 1.000 bahasa. Mereka banyak meninggalkan naskah kuno atau manuskrip kuno dalam berbagai bahasa. Di Nusantara sendiri ada tiga kebudayaan yang memengaruhi bahasa dan aksara. Kebudayaan India mewariskan aksara Pallawa, yang menurunkan aksara Jawa, Bali, Sasak, Batak, Kerinci, Bengkulu, Bugis, dan Makassar. Lalu kebudayaan Islam menurunkan aksara Arab berupa Jawi, Pgon, dan Srang. Sementara kebudayaan Eropa menurunkan aksara Latin sebagaimana yang kita pakai sekarang.

...

Melihat Koleksi Barang Dari Tumbuhan Di Museum Etnobotani Bogor

Melihat Koleksi Barang Dari Tumbuhan Di Museum Etnobotani Bogor

Usai mengunjungi Museum Kepresidenan Balai Kirti di kompleks Istana Bogor, saya dan empat pengurus Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia (KPBMI) beralih ke Museum Etnobotani. Kalau Museum Kepresidenan terletak di Jalan H. Juanda Nomor 1, Museum Etnobotani di Jalan H. Juanda Nomor 22. Letak kedua museum hampir berseberangan. Di bagian depan ada papan nama kecil, Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (Munasain). Begitu masuk ke halaman, kami agak bingung karena tidak ada tanda-tanda pintu masuk.

...